1 December 2010

Kasus Pintu Barel

Saya menjelaskan masalah pintu Barel dekat kampus Unversitas Indonesia, Depok

Di daerah Depok, Jawa Barat, ada rel kereta api. Rel ini adalah sebagian rute Bogor - Jakarta dan setiap hari ada ribuan komuter pulang-pergi melewati daerah ini. Sebelah barat rel tersebut ada kampus Universitas Indonesia dan sebelah timur ada Jalan Margonda Raya. Di antara jalan dan rel itu ada banyak rumah kostan dan warung. Satu daerah di antara 'Margonda' dan kampus UI bernama 'Barel'.

Barel punya banyak warung makanan, warnet, warung laundry dan kost-kostan. Ada tempat orang bisa menyeberang rel kereta api untuk masuk kampus UI. Di antara rel dan kampus tersebut ada pagar. Dekat tempat menyeberang itu ada pintu di pagarnya. Setiap hari ada ratusan mahasasiswa-mahasiswi melewati pintu ini untuk kuliah di kampus, pulang, atau mencari warung-warung di Barel. Namun, sejak bulan Juni 2010 pihak Universitas Indonesia, pemerintah Depok, atau mereka berdua memilih untuk menutup pintu.

Katanya, pintu ini ditutup untuk memperbaiki keamanan karena pernah ada kecelakaan orang dengan kereta api di sana. Tempat ini tidak mempunyai gerbang untuk memberhentikan orang menyeberang. Tidak ada apa pun untuk mengawasi penyeberang bila ada sebuah kereta api yang akan lewat.

Pintu Barel


Sekarang, setengah tahun kemudian pintu Barel terlihat seperti foto di atas. Masyarakat daerah Barel 'membuka' pintu dan pagar sampai tiga kali dan sampai dua kali pintu barunya ditutup lagi dengan beton dan logam. Tidak ada orang yang bisa masuk kampus dari sana kecuali kalau mereka ingin memanjat pagar itu. Kebanyakan pengunjung warung-warung di Barel akan melewati tempat lain, seperti stasiun UI atau Pondok Cina setengah kilometer ke utara atau selatan. Oleh penutupan pintu ini, warung-warung di daerah ini menjadi bankrut.

Rel kereta apiSaya sendiri biasanya lewat pintu tersebut untuk masuk kuliah setiap hari kerja. Dalam 15 menit saya tiba di kelas begini, tetapi dengan penutupan ini saya harus melewati stasiun Universitas Indonesia dan saya berjalan kaki 30 menit lebih. Walaupun tidak ada masalah karena saya adalah mahasiswa yang sehat, ini merepotkan rute sehari-hari saya.

Pernah ada demonstrasi di rektorat UI untuk membuka pintu Barel dan pernah ada rapat sama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tetapi sampai sekarang situasi ini tidak dapat diperbaiki dari pihak pemerintah atau UI. Sekarang masyarakat menggunting pagar lagi, membuat satu gerbang dioperasi oleh seorang yang selalu duduk sebelah rel kereta api ini.

Comments

No comments posted yet. Post a comment
Loading comments..

Other recent articles

Work and Stay Permits for Expats in Indonesia

About the long process for obtaining a stay permit in Indonesia

Going to Bali Again

Went to visit Bali two months in a row

Short break from reality

Went for a short holiday to Bali island

Archive